KamarMusik_Id. Seringai resmi merilis dua buah video musik, “Sejati” dan “Senarai Feses”, melalui akun YouTube mereka, Kamis 26 Maret 2026, pukul 19.00 WIB. Formasinya kini berlima. Di samping Arian13 (vokal), Sammy Bramantyo (bass) dan Eddy Khemod (drum), ada dua gitaris tamu, yaitu Angga Kusuma (Billfold, Collapse, eks-Taring) dan Darma Respati (Negatifa).
Kedua lagu tersebut dipersiapkan untuk melengkapi album penuh keempat, IV: Anastasis, dengan produser Sammy Bramantyo. Menurut rencana akan diedarkan langsung oleh label High Octane pada 26 April 2026. Video musiknya disutradarai oleh Edy Khemod dan Rifqi Fadhlurrahman dari rumah produksi Angin Segar berlokasi di Gedung Putih Studio, Tangerang Selatan. Inilah video musik pertama setelah “Ishtarkult” pada 4 Februari 2021 silam.

Terlepas dari pencapaiannya, kembalinya Seringai cukup melegakan. Sebelumnya mereka hiatus pasca meninggalnya Ricky Siahaan (gitar) di Tokyo, Jepang pada 19 April 2025. Kepergian musisi yang juga dikenal sebagai wartawan majalah Rolling Stone Indonesia itu membuat personel lainnya terpukul. Ricky Adalah salah satu pendiri yang riff-nya telah menjadi signature bagi eksistensi Seringai. Ia pun ikut menciptakan kedua lagu di atas.
Peran pentingnya itulah yang kini diisi oleh Angga dan Darma dalam sesi rekaman. Karakter distorsinya tentu saja berbeda. Sejak intro keduanya sudah mengirimkan pesan gahar. Hanya saja yang namanya notasi adalah persoalan rasa yang tidak bisa diduplikasi. Maka, menyimak “Sejati” dan Senarai Feses” sulit untuk tidak merasakan kehadiran sosok Ricky.
Dengan menampilkan dobel gitar, Seringai terkesan ingin memberikan hasil maksimal. Pada sisi lain hal ini seakan menyiratkan rasa kehilangan sangat besar atas absennya Ricky Siahaan. Cukup berat memang beban psikologis di pundak Angga dan Darma. Namun keduanya sudah memberikan yang terbaik.

Jika analisa di atas benar, sesungguhnya Arian13, Sammy dan Khemod tidak perlu merasa khawatir. Era Ricky Siahaan telah berlalu dan menjadi bagian penting perjalanan kreatif mereka. Setelah menyelesaikan rekaman singel “Pulang” pada November 2024, jejaknya tidak akan pernah bisa dihapus.
Sebaliknya kebangkitan Seringai ini justru dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memulai episode baru. Mereka Tidak perlu repot membuat pembuktian karena namanya sudah menancap sekokoh batu karang pada skena metal Indonesia . Langkahnya untuk tidak mencari pengganti Ricky sudah tepat. Para Serigala Militia tetap akan sungkem di hadapan altar cadas mereka.
Sebagai band garis keras, Seringai memperlihatkan kepekaan terhadap peristiwa sosial dan kemanusiaan. Mereka, misalnya, menarik lagu-lagunya dari Spotify sebagai bentuk protes moral. Tindakan tegas ini diambil setelah CEO Spotify, Daniel Ek, terbukti berinvestasi di Perusahaan tekonolgi militer Jerman. Artinya, mereka menolak terafiliasi dengan entitas yang mendukung kekerasan.

Terbentuk pada 2002 menyusul bubarnya Puppen, Seringai telah merilis sejumlah album. Antara lain EP High Octane Rock (2004), Serigala Militia (2007), Taring (2012) dan Seperti Api (2018).
Album Seperti Api (2018) berhasil meraih penghargaan Karya Produksi Metal/Hardcore Terbaik dari AMI Awards 2018 serta nominasi Hammersonic Awards 2018 untuk kategori Best Metal Performance. Juga nominasi Hammersonic Awards 2017 untuk kategori Best Metal Performance.
Pada Agustus 2013 Seringai menjadi band pembuka konser Metallica di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta dan tampil di hadapan +60.000 penonton. Sayang, regulasi management Metallica pada dalam pembatasan sound system menjadikan gebrakannya tidak maksimal. Namun peristiwa menjengkelkan ini tak sampai menghilangkan pengakuan pada Seringai.
Jadi, rakyat metal siap-siap saja menanti gempuran Seringai. Panggungnya akan kembali ingar-bingar. Welcomeback My Friends to Show That Never Ends, kata judul album Emerson, Lake & Palmer. (*)
Penulis: Denny MR Foto Image: Agung Hartamurti