Written by 2:26 am Review

Becoming Led Zeppelin

Kamar Musik.id. West Midlans, pasca Perang Dunia ll, sebuah daerah di pinggiran kota yang tenang. Jauh dari hiruk pikuk London. Di tengah kedamaian ini Robert Plant bermimpi tentang Amerika.

“Dunia di sana sangat berbeda dengan dunia kami,” kata mahasiswa akutansi tersebut.

“Ketika itu musisi Inggris umumnya terjebak bermain aman, sampai datang kekuatan alam bernama Lonnie Denogan”. tambah Jimmy Page menyebut nama penyanyi sekaligus komposer yang memengaruhi skena musik pop dan rock Inggris pada 1960-an.  

Dilatari lagu “Good Time Bad Times”, kenangan ini menjadi pembuka Becoming Led Zeppelin, film dokumenter garapan Bernard MacMahon. Resminya, film berdurasi 2 jam ini dirilis 5 Februari 2025 di Inggris, sebelum kemudian didistribusikan ke berbagai negara pada 7 Februari 2025. Netflix menayangkannya Jumat, 25 Juli, pekan ini.

Sejak awal MacMahon, bersama penulis dan produser Allison MacGourty, sudah menyadari akan sulitnya meyakinkan pihak Led Zeppelin untuk memberikan izin. Supergrup ini dikenal sangat protektif terhadap warisan karya mereka. Dibutuhkan waktu satu tahun sebelum Jimmy Page menyalakan lampu hijau.

Di sebuah hotel di London, akhir 2017, Jimmy menguji habis-habisan pengetahuan MacMahon tentang Led Zeppelin. Misalnya, dia bertanya nama band Robert saat Jimmy pertama kali mendengarnya bernyanyi dan hal-hal lain yang jarang diketahui publik.

Pertemuan yang berlangsung selama tujuh jam itu diawali oleh suasana kaku karena Jimmy bersikap tertutup. Baru setelah MacMahon bicara tentang “The Train Kept A-Rolling” milik Johnny Burnette Trio, suasana mulai mencair. “Oh, kamu tahu juga ya?” celetuk Jimmy.

Untuk diketahui, pada 1966 The Yardbirds pernah merekam ulang lagu tersebut dengan mengubah aransemennya menjadi psikedelik rock untuk film Blowup. Perpaduan seksi ritem yang kuat dan distorsi gitar dari Jimmy Page dan Jeff Beck membuat lagu ini dianggap sebagai cikal bakal musik heavy metal. Lagu ini pula yang dimainkan saat Led Zeppelin pertama kali berlatih.

Satu lagi keberuntungan MacMahon, dia baru saja menyelesaikan film dokumenter American Epic. Jimmy Page menyukai hasilnya.     

Selama 5 tahun duet MacMahon – McGourty mengumpulkan arsip berupa foto, dokumentasi pertunjukan, surat kontrak bahkan potongan konser yang telah berlangsung puluhan tahun silam. Termasuk menampilkan wawancara terkini dari Robert Plant, Jimmy Page dan John Paul Jones. Ada pun wawancara John Bonham ditampilkan dalam format audio. Dia memang dikenal paling susah diwawancara. Jadi, pemunculannya di sini adalah untuk pertama kali.

Film dokumenter ini menyusuri kehidupan masa kecil setiap personel hingga persentuhan mereka dengan dunia musik. Terungkap bahwa Robert Plant terpaksa meninggalkan rumah karena menolak menjadi akuntan profesional, dan bertekad menjadi penyanyi setelah menyaksikan aksi Little Richard.

John Paul Jones memilih membentuk band rock and roll padahal orang tuanya sudah menyediakan perkerjaan. Dia merintis karir sebagai musisi studio bersama Jimmy Page. Keduanya mengggarap “Golfinger”, lagu tema film James Bond, karya Shirley Bassey.

Karir mereka sebagai musisi studio terus berkembang. Jimmy banyak bekerja untuk album Donovan, The Kinks dan rekaman pertama The Who. Kemudian bergabung dengan The Yardbirds. Jones sukses mengaransemen “To Sir With Love”-nya Lulu yang terkenal itu.

Situasi terbalik dialami Robert Plant. Persaingan ketat di antara sesama musisi lokal membuat kehidupannya morat-marit. Dia terpaksa hidup menggelandang dan terlibat pencurian. Saat mengajak John Bonham membentuk band of Joy, ditentang oleh Pat Phillips, pacar Bonham.

“Jangan bergaul dengan Plenty. Dia itu bencana. Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa,” cerita Robert getir.

Sementara itu hengkangnya Jeff Beck memberi peluang kepada Jimmy untuk menjadi gitaris tunggal The Yardbirds. Tapi kemudian personel lain pun ikut mundur. Jimmy pun mendekati Terry Reid untuk menjadi vokalis baru, sayang dia baru saja menandatangani kontrak solo. Terry kemudian mengusulkan Robert Plant. Ternyata Jimmy dan Robert langsung merasa cocok.

Mendengar rencana Jimmy, John Paul Jones didesak istrinya untuk menelpon Jimmy agar direkrut sebagai bassist. Pada saat yang sama Robert mengusulkan Si Pemalu John Bonham. “Dia drummer yang luar biasa kuat.”

Akhirnya Jimmy dapat mengkristalisasi keinginannya melahirkan New Yardbirds.

Di atas pesawat ketika melakukan tur pertama, Robert Plant termenung. Ia melihat begitu banyak sendok, garpu dan makanan yang dulu sering dicurinya. Sepertinya dia harus berterima kasih kepada Terry Reid. Salut untuk MacMahon yang berhasil menampilkan momen menyentuh.

Atas saran drummer Keith Moon, nama New Yardbirds dirubah menjadi Led Zeppelin. Peter Grant, manajer bertemperamen garang, tetap dipertahankan. Led Zeppelin pun mulai tampil di depan publik. Sebagian penonton terlihat menutup telinga saking bisingnya musik yang mereka mainkan.

“Kami berkeja keras bukan untuk tampil di televisi,” kata Jones.

Musikalitas yang merupakan persilangan dari genre folk, blues, country dan Timur Tengah segera menarik perhatian Ahmet Ertegun, pemilik Atlantic Records.

Led Zeppelin tegas menolak merilis singel dan meminta pihak Atlantic Records  untuk tidak turut campur dalam urusan materi album. “Merilis single hanya akan merusak spirit album,” kata Jimmy.

Selama proses rekaman berlangsung Peter Grant melarang para petinggi label untuk mendekat.

Alur Becoming Led Zeppelin berkutat di periode awal pembentukan band. MacMahon mengabaikan masa-masa penuh warna dan memilih mengekspoitasi periode krusial serta kerja keras yang mengantarkan Led Zeppelin menjadi salah satu trinitas heavy metal paling dihormati.

Jadi, lupakan cerita pesta pora selama tur. Tidak ada proses perdebatan atas lahirnya “Stairway To Heaven”  atau “Kashmir”. Dia juga tak memasukkan kematian dramatis John Bonham. Puncak penceritaan berakhir pada konser di Royal Albert Hall, London, 9 Januari 1970.

Sebaliknya MacMahon cukup jeli menampilkan sisi manusiawi Jimmy, Robert dan Jones ketika mendengarkan rekaman suara Bonham. Perhatikan ketika kamera menangkap ekspresi raut muka Jimmy yang senyum-senyum menonton dirinya bersama Rod Wyatt tampil di televisi BBC. Wyatt adalah teman sekolah yang mengajarkannya bermain gitar sambil memainkan lagu-lagu Lonnie Denogan. Itu gambar mahal.

Bagi Macmahon, saga kehebatan Led Zeppelin berhenti pada album Led Zeppelin ll yang mencetak hit “Whole Lotta Love” dan “Moby Dick”.

“Hingga tahun 1970 Led Zeppelin berada di titik di mana segala sesuatu yang terjadi terasa unik. Kombinasi kepribadian keempat individu dalam menggapai sukses sangat menarik diungkap. Namun setelah semua itu tercapai, peristiwa-peristiwa berikutnya hanya pengulangan.”

Allison McGorty pun segendang penarian. “Kisah sukses, groupis, perselisihan, menjadi budak narkoba dan seterusnya adalah fenomena yang membosankan.”

Meski keputusan ini terkesan anomali, Becoming Led Zeppelin tetap menjadi tontonan wajib para pecinta heavy metal, terkhusus penggemar fanatik Led Zeppelin. Hasil restorasi audio seakan melemparkan kita ke hadapan panggung mereka. (*)

Penulis: Denny MR Foto Images: Jimmy Marshall Photography LLC

Visited 59 times, 1 visit(s) today
Close Search Window
Close