KamarMusik.id. Villa Park Stadium, Aston, Birmingham, menjadi tempat bersejarah bagi jagat heavy metal. Sabtu pekan lalu, 5 Juli 2025, tidak kurang 40.000 penonton tumpah-ruah untuk menyaksikan langsung akhir perjalanan panjang salah satu ikon heavy metal paling berpengaruh di muka bumi.
Ya, Ozzy Osborne dan Black Sabbath tampil sepanggung untuk reuni terakhir dalam Back to the Beginning. Inilah penampilan formasi klasik tersebut setelah 20 tahun.
Sejumlah bintang rock tampil secara bergantian sebagai simbol rasa hormat mereka. Mulai Mastodon, Hallestorm, Anthrax, Lamb Of God, Alice In Chains, Pantera, Tool, Slayer sampai Metallica. Judast Priest berhalangan hadir karena pada hari yang sama menjadi pembuka konser Scorpions di Jerman. Sementara Geddy Lee dan Alex Lifeson dari Rush mengundurkan diri karena suatu hal.

Ada pula kelompok jam session yang dibagi menjadi dua sesi. Menampilkan Slash, Axl Rose, Jack Black, Yungblud, Zakk Wilde, Scott Ian, Travis Baker, Ron Wood, Vernon Reid, Sammy Hagar dan banyak lagi
Sambutan meriah diberikan ketika Jake E Lee muncul dengan Lzzy Hale, David Draiman, Nuno Bettencourt, David Ellefson, Mike Bordin dan Adam Wakeman yang membawakan dua hit dari album Ozzy Osbourne: “The Ultimate Sin” dan “Shout in the Dark”.
Publik dibuat deg-degan dengan kondisinya mengingat pada 15 Oktober 2024 Jake pernah ditembak sebanyak tiga kali oleh orang tak dikenal. Namun dia berhasil membuktikan bahwa kesehatannya telah pulih total.
Jake E Lee adalah gitaris yang mengisi dua album solo Ozzy, Bark at the Moon (1983) dan The Ultimate Sin (1986).

Berlangsung selama 10 jam dan disiarkan via streaming langsung ke seluruh dunia. Penggunaan revolving stage memungkinkan setiap pergantian penampil tak membutuhkan waktu berarti. Perangkat serupa pernah digunakan pada konser Live Aid di London pada 1985.
“Ini adalah konser heavy metal terbesar yang pernah ada,” ucap Tom Morello, yang bertindak sebagai music director, seraya membandingkannya dengan kemegahan Freddie Mercury Tribute Concert di Wembley Stadium, London, 20 April 1992. Ia sendiri tampil bersama Steven Tyler, Nuno Bettencourt, Andrew Watt, Rudy Sarzo dan Chad Smith membawakan “Walk This Way/Whole Lotta Love.” Ada pun hasil keuntungan tiket sepenuhnya didonasikan kepada tiga badan amal.
Aktor Jason Momoa, yang semula datang dengan tiket di tangan, mendadak ditodong Sharon Osbourne, istri sekaligus manajer Ozzy, sebagai host. Si Aquaman ini memang metalhead sejati. Jadi, memandu acara saja rupanya tidak cukup. Saat Pantera tengah menggempur panggung, ia terjun ke tengah circle pit.

Menjelang acara puncak, yaitu penampilan tuan rumah, Ozzy Osbourne tampil lebih dulu membawakan lima lagu dari album solo. Ia duduk di atas singgasana kelelawar dengan outfit serba hitam bermotif garis-garis warna emas. Agung dan karismatik. Di hadapannya, ribuan rakyat metal siap menyembah Sang Pangeran Kegelapan.
Teriakan untuknya masih membahana saat Zakk Wilde merobek intro “I Don’t Know” dengan sayatan gitarnya, disusul “Mr. Crowley”. Lalu Villa Park Stadium pun bergetar.
Selepas “Suicide Solution”, lagu yang telah menyeretnya ke meja pengadilan karena liriknya dianggap berisi ajakan bunuh diri, Ozzy menyambungnya dengan “Mama, I’m Coming Home” yang menjadi terdengar mengharukan jika dihubungkan dengan rencananya untuk pensiun.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Sharon Osbourne. “Setelah Back the the Beginning tidak akan ada lagi panggung Ozzy. Saya sudah selesai dengan segala urusan dunia musik.”
Raungan sirine mengawali puncak acara ketika akhirnya personel Black Sabbath tampil lengkap: Ozzy Osbourne (76), Tony Iommi (77), Geezer Butler (75) dan Bill Ward (77). Empat hit abadi segera digelontokan: “War Pigs”, “N.I.B”, “Iron Man” dan “Paranoid”.
“Terima kasih dari lubuk hati saya yang paling dalam untuk kalian semua,” ujar Ozzy Osborne kepada penonton.

Sejak awal Tony sudah memberi isyarat bahwa Black Sabbath tidak akan mengumbar repertoar mengingat stamina mereka. Terkhusus Ozzy yang divonis mengidap Parkinson sejak 2003 silam.
Seperti diketahui, Ozzy memiliki masalah serius dengan kesehatannya. Pada Oktober 2018 dia terpaksa membatalkan tur Amerika karena harus menjalani operasi tangan kanan. Setahun kemudian serangan flu membuat paru-parunya basah. Dia pun pernah terjatuh di rumah sehingga bagian tulang belakang dan lehernya harus dioperasi.
Maka ketika vokalnya terdengar menurun, alasan Tony menjadi masuk akal. Akan tetapi mereka telah meninggalkan warisan tak ternilai bagi perkembangan musik rock. Bersama Led Zeppelin dan Deep Purple, Black Sabbath adalah triumvirat peletak dasar hukum heavy metal yang menjadi acuan para musisi di seluruh dunia. Atas kontribusi konkretnya, Pemerintah Kota Birmingham telah memberi penghargaan dengan mendirikan Black Sabbath Bridge yang menghubungkan Broad Street ke Symphony Hall dan gedung ICC.

Di ruas-ruas jalan seputaran Aston, tempat ritual suci baru saja usai, keempat personel Black Sabbath menghabiskan masa remaja mereka pada 1960-an. Ozzy, Tony, Bill dan Geezer membentuk kelompok Earth sebelum kemudian menggantinya dengan nama Polka Tulk Blues.
Lalu sebuah film horror berjudul Black Sabbath (1963) mengubah takdir mereka. Terinspirasi oleh suasana kelam dari film yang dibintangi Boris Karloff itu, Ozzy mulai menulis lagu-lagu bernuansa gaib yang menyayat jiwa-jiwa gelisah. Tony kemudian meresponsnya dengan riff-riff bernada rendah. Lewat konsep musikal seperti itu, album debut Black Sabbath (1970) langsung menyita perhatian – pada kredit album, nama Ozzy Osbourne masih tertulis Ossie Osborne.
Sampulnya yang ikonik menampilkan sesosok penyihir berjubah hitam dengan latar belakang gedung tua. Fotografer Keith Stuart Macmillan (di kredit tertulis sebagai Keef) mengambil lokasi Kincir Air Mapledurham, sebuah bangunan abad 15 yang terletak di sungai Thames, sekitar 80 berkendara dari arah London.

Selama setengah abad tidak ada yang mengetahui jati diri sosok misterius di sampul itu, sampai pada 2020 pelakunya buka suara. Dia adalah model Louise Livingstone, saat itu usianya 18 tahun.
“Cuacanya benar-benar dingin,” kenang Louise tentang sesi foto yang dibuat pukul 4 pagi itu. Dia dipilih oleh Keith karena tubuhnya yang mungil.
“Saya menginginkan seseorang yang bertubuh mungil untuk memberi kesan megah pada lanskap,” ujar Keith yang menggunakan mesin asap agar Kincir Air itu terlihat menyeramkan.
Pada 1979 Tony, Geezer dan Bill memecat Ozzy sebagai akumulasi perseteruan di antara mereka. Black Sabbath kemudian merekrut Ronnie Dio dan menghasilkan tiga album, yaitu Heaven and Hell (1980), Mob Rules (1981), dan Live Evil (1983).

Sejak itu belasan musisi datang dan pergi mengisi kekosongan, termasuk Ian Gillan, Glenn Hughes dan Cozy Powell. Namun identitas musikal Black Sabbath sebagai band bernuansa kelam semakin kabur.
Beberapa kali mengadakan reuni tidak lantas menjadikan hubungan mereka menjadi harmonis. Konflik juga terjadi antara Bill Ward dengan Sharon Osbourne.
“Sharon terus-terusan membenci saya,” kata bekas pecancu berat alkohol itu. Bahkan ketika Ozzy dan Sharon mendiskusikan rencana Back to the Beginning dengan teman-temannya, Bill tak kunjung menyatakan setuju. Tony dan Geezer sempat menyatakan mundur.
“Black Sabbath adalah kami berempat,” kata Tony.

Ozzy Osbourne, Tony Iommi, Geezer Butler dan Bill Ward tuntas mendedikasikan hidupnya untuk revolusi musik rock. Back to the Beginning adalah ode yang puitis. Sebuah rangkuman dari perjalanan panjang yang penuh dengan kegilaan. Black Sabbath lahir dan mengakhiri segalanya di Birmingham. Air mata haru seolah menjadikan Villa Park Stadium terasa lembab (*).
- Dari berbagai sumber